Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Patahudding menyampaikan berbagai rencana pengembangan tanaman hortikultura di Kabupaten Luwu. Program tersebut dirancang agar selaras dengan kebijakan strategis pemerintah pusat, khususnya program pertanian yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam agenda pembangunan nasional adalah hilirisasi sektor pertanian. Program ini menargetkan pengembangan 18 komoditas strategis melalui sekitar 903 proyek industri dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp411 triliun.
Beberapa komoditas yang termasuk dalam program tersebut antara lain beras, gambir, kelapa, tebu, kopi, kakao, mete, karet, lada, pala, benih, sapi, kelapa sawit, singkong, industri ayam terintegrasi, pembangunan gudang Bulog, hingga pengembangan pabrik pupuk.
Menurut Patahudding, Kabupaten Luwu memiliki potensi pertanian yang cukup besar untuk dikembangkan. Ia berharap, melalui sinkronisasi dengan program nasional, komoditas hortikultura serta produk unggulan daerah dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Kami melihat peluang besar di sektor pertanian Luwu. Dengan dukungan dan sinergi program pemerintah pusat, pengembangan hortikultura di daerah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Luwu turut didampingi oleh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap terbangun kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pangan dan pertanian sebagai salah satu penopang utama kesejahteraan masyarakat. (*)



