ADV 300x250 KS

BENNER UP

 


Efek Masmindo Mulai Terasa, Ekonomi Luwu Tumbuh Signifikan

Redaksi ITE '
Senin, 4/13/2026 WIB Last Updated 2026-04-21T15:23:11Z


INFO TERKINI  | Luwu | Kinerja ekonomi Kabupaten Luwu pada 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Pertumbuhan tercatat mencapai 7,43 persen, meningkat tajam dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan sebesar 3,07 persen ini menjadi yang tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir.

Peningkatan tersebut didorong oleh pergerakan berbagai sektor ekonomi. Walaupun sektor pertanian masih menjadi tulang punggung, geliat sektor lain mulai menguat, terutama industri pengolahan dan konstruksi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri tumbuh hingga 11,19 persen pada 2025. Sementara sektor konstruksi turut memberikan kontribusi sebesar 4,78 persen terhadap perekonomian daerah.

Pertumbuhan ini tidak lepas dari aktivitas sejumlah perusahaan yang beroperasi di Luwu, salah satunya PT Masmindo Dwi Area yang berada di Kecamatan Latimojong. Proyek tambang emas tersebut kini berada pada fase konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun mendatang.

Kepala Tim Ekonomi BPS Luwu, Ridwan, menjelaskan bahwa struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian. Namun demikian, sektor industri dan konstruksi mulai menunjukkan tren peningkatan yang cukup kuat.

Ia menuturkan, karena proyek Masmindo belum memasuki tahap produksi, maka seluruh aktivitasnya saat ini masih diklasifikasikan sebagai sektor konstruksi, sebagaimana proyek pembangunan lainnya sebelum beroperasi secara penuh.

“Selama belum masuk tahap pengolahan, kegiatannya masih dihitung sebagai konstruksi,” jelasnya saat ditemui di Kantor BPS Luwu, Belopa, Senin (6/4/2026).

Ridwan menambahkan, meningkatnya aktivitas konstruksi turut memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan daya beli masyarakat.

“Tahun ini, Masmindo dan beberapa perusahaan lain menyerap cukup banyak tenaga kerja. Kehadiran industri tambang memiliki dampak besar, bahkan berpotensi menggeser struktur ekonomi dari pertanian ke pertambangan,” ungkapnya.

Secara makro, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Luwu juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp63 juta. Meski demikian, Ridwan mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan investasi agar pertumbuhan tetap stabil.

Di satu sisi, aktivitas industri menciptakan efek berganda, seperti tumbuhnya usaha kecil, warung, dan jasa lokal. Namun di sisi lain, ketergantungan pada sektor konstruksi juga menyimpan risiko jika pembangunan tidak berlanjut atau melambat.

Jika proyek pembangunan tidak diiringi dengan fase produksi yang berkelanjutan, maka laju pertumbuhan ekonomi berpotensi mengalami penurunan.

“Investasi itu dinilai setiap tahun. Jika terus meningkat, pertumbuhan akan terjaga. Tapi jika pembangunan berhenti dan tidak ada aktivitas lanjutan, tentu akan berdampak pada penurunan,” tutup Ridwan.

 

(*)

Komentar

Tampilkan

  • Efek Masmindo Mulai Terasa, Ekonomi Luwu Tumbuh Signifikan
  • 0

Terkini

Iklan 728x90 KOMINFO AD