INFO TERKINI | Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu menyalurkan bantuan pangan kepada warga Desa Tobarru, Kecamatan Latimojong, pada Rabu (11/3/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada 101 kepala keluarga (KK) sebagai upaya pemerintah daerah dalam menangani wilayah yang tergolong rawan pangan.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Desa Tobarru. Program ini merupakan langkah jangka pendek pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari. Adapun bantuan yang diberikan berupa telur dan minyak goreng.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Nursamsi, menjelaskan bahwa Desa Tobarru dipilih karena termasuk salah satu desa yang menjadi prioritas penanganan wilayah rawan pangan di Kecamatan Latimojong.
Ia menyebutkan, dari delapan desa di kecamatan tersebut yang masuk dalam prioritas kedua wilayah rawan pangan, Desa Tobarru dipilih karena aksesnya relatif lebih mudah dijangkau sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan dengan cepat.
“Di Kecamatan Latimojong terdapat delapan desa yang masuk prioritas wilayah rawan pangan. Kami memilih Desa Tobarru karena lokasinya paling mudah dijangkau sehingga bantuan bisa segera disalurkan kepada masyarakat,” ujar Nursamsi.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa bantuan pangan ini merupakan solusi jangka pendek untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sementara itu, untuk langkah jangka menengah, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Koordinasi tersebut rencananya melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk merancang program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi pangan secara mandiri.
“Untuk program jangka menengah, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan agar ada program berkelanjutan yang mampu meningkatkan produksi pangan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Nursamsi, target jangka panjang dari program ini adalah mendorong Desa Tobarru menjadi desa mandiri pangan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri melalui pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi antarinstansi sangat penting agar program penanganan kerawanan pangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu tidak dapat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan secara langsung. Pada waktu yang sama, ia mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa dan diikuti melalui pertemuan daring.
Meski demikian, proses penyaluran bantuan di Desa Tobarru tetap berlangsung lancar dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga sekaligus menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Latimojong.
(*)



