ADV 300x250 KS

BENNER UP

 


Bupati Luwu Tegaskan Nilai Sejarah dan Kebudayaan dalam Malam Puncak HJL ke-758 dan HPRL ke-80

Redaksi ITE '
Sabtu, 1/24/2026 WIB Last Updated 2026-01-24T07:23:53Z

INFO TERKINI | Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan nilai sejarah dan budaya Luwu pada malam puncak peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 yang dirangkaikan dengan jamuan makan malam bersama Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Jumat (23/1/2025).


Dalam sambutannya, Bupati Luwu mengapresiasi kehadiran para raja dan sultan se-Nusantara yang menjadi kehormatan bagi masyarakat Tana Luwu. Menurutnya, kehadiran para pemangku adat mempererat ikatan sejarah dan kebudayaan bangsa.


“Bagi masyarakat Luwu, tamu adalah pembawa berkah. Kehadiran para raja dan sultan di Istana Kedatuan Luwu menjadi kehormatan sekaligus pengingat bahwa kita diikat oleh benang sejarah yang sama sebagai bangsa Indonesia,” ujar Patahudding.


Bupati Luwu menegaskan bahwa eksistensi Luwu selama 758 tahun merupakan bukti kuatnya sistem nilai yang diwariskan leluhur, khususnya nilai siri’ na pesse sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut, menurutnya, tetap relevan dalam kehidupan bangsa yang modern.


“Luwu mengajarkan kepemimpinan yang mengayomi. Konsep pajung atau payung dalam simbol Kedatuan Luwu bukan sekedar pelindung dari panas dan hujan, melainkan simbol pemimpin yang harus mampu memberi keteduhan bagi siapapun yang bernaung dibawahnya, tanpa memandang kasta atau golongan,” lanjutnya.


Ia berharap melalui Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, nilai-nilai luhur dari berbagai kerajaan dan kedatuan di Indonesia dapat saling menguatkan dalam menjaga jati diri bangsa yang berakar pada sejarah dan kebudayaan.


Sementara itu, Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, dalam Pappasenna Datu Luwu menyampaikan pesan warisan leluhur yang menjadi pedoman masyarakat Luwu dari generasi ke generasi. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga harmonisasi dan solidaritas sosial.


Pesan itu adalah sebagai berikut:

  • Sipakainge: saling mengingatkan
  • Masseddi siri: persatuan dalam menjaga harkat dan martabat
  • Alebbiring: untuk meraih kemuliaan


“Inilah tiga pesan yang perlu kalian patrikan dalam dada, dimanapun mengabdi, dalam bentuk apapun pengabdianmu, berpegang teguhlah pada nasehat ini, maka insya Allah akan eksis dalam berkarya dan mengabdi,” amanah Datu Luwu. (*)

Komentar

Tampilkan

  • Bupati Luwu Tegaskan Nilai Sejarah dan Kebudayaan dalam Malam Puncak HJL ke-758 dan HPRL ke-80
  • 0

Terkini

Iklan 728x90 KOMINFO AD