ADV 300x250 KS

BENNER UP

Viral! Oknum Guru SMAN 1 LUWU dan Anaknya Diduga Teriak di Depan Pagar Rumah RH Saat Tagih Utang, Anak Korban Sampai Malu

Redaksi
Selasa, Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T15:57:30Z
 

Gambar ilustrasi (Sumber Ai)

LUWU, INFO TERKINI-Cara penagihan utang oleh seorang oknum guru di SMAN 1 LUWU berinisial AN bersama anaknya, PB, menuai sorotan. Keduanya disebut mendatangi kediaman warga berinisial RH sekitar pukul 19.30 WITA, saat RH tidak berada di rumah.Senin (5/10/2026)


RH menyebut, uang sekitar Rp1,4 juta kemudian menjadi sekitar Rp2 juta setelah adanya tambahan pembayaran. Dari jumlah tersebut,

RH mengaku telah melakukan pembayaran hingga sekitar Rp1,65 juta.


Sementara itu, untuk transaksi lainnya yang disebut melibatkan AN pihak RH menyebut uang sebesar Rp1 juta kemudian menjadi sekitar Rp1,3 juta setelah adanya tambahan pembayaran.


Namun, dalam persoalan yang menjadi sorotan kali ini, nilai kewajiban yang disebut sedang ditagihkan kepada RH adalah sekitar Rp1.350.000, yang menurut pihak RH telah menjadi kesepakatan bersama.


RH juga disebut telah menyampaikan bahwa pembayaran akan dilakukan pada tanggal 10, mengingat dirinya sedang mengalami persoalan keuangan.


Namun, pada malam tersebut AN bersama PB datang ke rumah RH. Saat itu RH tidak berada di rumah dan hanya kedua anaknya yang berada di dalam rumah.


Menurut keterangan pihak RH, dari depan pagar rumah terdengar suara teriakan yang diduga berkaitan dengan penagihan.


“Mana mamamu, suruh bayar utangnya,” demikian ucapan yang disebut terdengar dari depan pagar.


Kedatangan tersebut disebut membuat anak RH merasa tidak nyaman dan malu karena khawatir suara teriakan tersebut didengar oleh tetangga sekitar.


Yang menjadi sorotan, meski kewajiban yang telah disepakati sebesar Rp1.350.000, AN dan PB disebut kemudian meminta pembayaran sebesar Rp500.000 terlebih dahulu dengan alasan dirinya hendak berangkat ke Makassar.


Dengan demikian, persoalan yang dipertanyakan bukan mengenai adanya kewajiban RH, karena jumlah Rp1.350.000 disebut memang telah disepakati. Namun, cara dan waktu penagihan serta kedatangan ke rumah ketika RH tidak berada di tempat menjadi hal yang dikeluhkan pihak keluarga RH.


Pihak RH mempertanyakan mengapa penagihan harus dilakukan pada malam hari dan disampaikan dengan suara keras dari depan pagar, sementara sebelumnya telah ada kesepakatan mengenai waktu pembayaran.


Apalagi, yang berada di rumah saat itu bukan RH, melainkan kedua anaknya yang kemudian merasa malu dan tidak nyaman akibat kejadian tersebut.


“Anak saya sampai merasa malu. Pasti banyak tetangga yang dengar,” demikian keluhan pihak RH.


Redaksi memberikan ruang kepada AN dan PB untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi.


Apakah benar jumlah kewajiban sebesar Rp1.350.000 telah menjadi kesepakatan bersama?


Apakah benar sebelumnya RH menyampaikan akan melakukan pembayaran pada tanggal 10?


Apakah benar AN dan  PB kemudian meminta Rp500.000 dengan alasan membutuhkan uang untuk berangkat ke Makassar?


Dan apakah benar AN dan PB datang sekitar pukul 19.30 WITA, sementara RH tidak berada di rumah, kemudian terdengar teriakan dari depan pagar?


Konfirmasi dan klarifikasi dari AN dan PB diperlukan agar persoalan ini tidak hanya diberitakan dari satu sisi dan publik memperoleh informasi yang utuh.


Hingga berita ini ditayangkan, pihak AN dan PB belum memberikan konfirmasi maupun klarifikasi terkait informasi tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon ke AN  pada Selasa pagi (6/10/2026) namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan.(Tim/Red)


Komentar

Tampilkan

  • Viral! Oknum Guru SMAN 1 LUWU dan Anaknya Diduga Teriak di Depan Pagar Rumah RH Saat Tagih Utang, Anak Korban Sampai Malu
  • 0

Terkini

Iklan 728x90 KOMINFO AD