ADV 300x250 KS

BENNER UP

Koko Steven Stenly Harumkan Nama Indonesia di Shenzhen, dari Kendari Menembus Panggung Dunia

Redaksi
Selasa, Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T06:58:44Z

Foto : Koko Steven Stenly


KENDARI, SULTRA -Berawal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Koko Steven Stenly berhasil menorehkan prestasi di panggung internasional. Konten kreator sekaligus TikToker asal Kendari ini dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam ajang FastMoss Global Conference & Expo 2026 yang berlangsung di Shenzhen, China, Kamis (15/1/2026).


Keikutsertaan Koko Steven Stenly dalam forum industri digital tersebut menjadi pencapaian tersendiri. Ia membawa nama Indonesia di tengah pertemuan kreator dan pelaku industri digital dari berbagai negara Asia, sekaligus menunjukkan bahwa talenta dari daerah memiliki peluang untuk bersaing di tingkat global.


Dalam ajang itu, Steven hadir bersama sejumlah kreator Indonesia yang dikenal luas, yakni Fujianti Utami Putri (Fuji), Ria Ricis, dan Rivel Sumigar. Mereka dipercaya mewakili Indonesia untuk berbagi pengalaman, strategi, serta inovasi dalam mengembangkan konten digital yang memiliki daya saing di pasar internasional.


“Ada beberapa kreator yang diundang. Ada empat orang, saya, Fuji, Ria Ricis, sama Rivel Sumigar untuk mewakili Indonesia di kegiatan tersebut,” ujar Steven, Selasa (20/1/2026).


Dari Kendari, Membangun Pengaruh di Dunia Digital


Keberhasilan Koko Steven Stenly menembus forum internasional tidak terlepas dari kiprahnya dalam mengembangkan konten berbasis penjualan digital melalui platform TikTok.


Ia dikenal menggarap konten pada kategori *lifestyle*, *home living*, serta berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Melalui konsistensi dan strategi pemasaran digital, Steven mengaku berhasil mencatatkan performa penjualan yang membawanya masuk dalam jajaran kreator berprestasi di Indonesia.


“Aku masuk top kreator di Cina, salah satu penjualan terbaik yang ada di Indonesia,” ungkapnya.


Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa dunia konten digital bukan semata-mata tentang popularitas atau jumlah pengikut. Kreativitas, kemampuan membaca kebutuhan pasar, membangun kepercayaan audiens, dan mengembangkan strategi pemasaran juga menjadi bagian penting dalam membangun karier sebagai kreator profesional.


Bagi Steven, perjalanan dari Kendari menuju Shenzhen menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring di industri digital yang terus berkembang.


Pernah Terpuruk, Memilih Bangkit


Di balik pencapaian yang diraihnya, perjalanan Steven tidak selalu berjalan mulus. Tahun 2025 menjadi salah satu periode berat dalam kehidupannya setelah ia mengaku menjadi korban penipuan yang mengakibatkan kerugian besar.


Peristiwa itu menjadi pukulan tersendiri. Namun, pengalaman pahit tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah. Steven memilih menjadikan kejadian itu sebagai pelajaran untuk memperkuat diri, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan kembali memusatkan perhatian pada pengembangan kariernya.


“Perjalanannya tidak mudah. Tapi dari situ saya belajar untuk lebih kuat dan lebih hati-hati, sekaligus lebih fokus membangun diri,” tuturnya.


Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang mengantarkannya pada pencapaian hari ini. Ia menunjukkan bahwa kegagalan dan pengalaman buruk tidak harus menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Dengan evaluasi, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk membangun kembali masa depannya.


Membawa Pesan untuk Anak Muda Daerah


Bagi Koko Steven Stenly, pencapaian di panggung internasional bukan hanya tentang keberhasilan pribadi. Ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada generasi muda, khususnya mereka yang tinggal jauh dari pusat industri kreatif dan ekonomi digital.


Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka kesempatan yang lebih luas bagi siapa saja untuk berkarya, membangun usaha, dan menjangkau pasar yang lebih besar tanpa harus meninggalkan daerah asal.


Ia berharap anak-anak muda tidak menjadikan keterbatasan wilayah sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk memulai, keberanian mencoba, konsistensi, serta kesediaan untuk terus memperbaiki diri.


“Di mana pun dan kapan pun kalian bisa berkarier, semua punya kesempatan yang sama. Yang penting mau berusaha, konsisten, karena semua bisa jadi apa pun,” pungkasnya.


Kisah Koko Steven Stenly menjadi gambaran perjalanan seorang kreator yang berangkat dari daerah, menghadapi masa sulit, kemudian terus berusaha mengembangkan potensi di tengah persaingan industri digital.


Dari Kendari menuju Shenzhen, langkahnya menjadi pengingat bahwa peluang berkarya di era digital terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan bekerja keras. Prestasi yang diraihnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Tenggara untuk berani membangun mimpi, mengembangkan kreativitas, dan membawa karya mereka menembus batas daerah hingga dikenal di tingkat internasional.


Redaksi

Komentar

Tampilkan

  • Koko Steven Stenly Harumkan Nama Indonesia di Shenzhen, dari Kendari Menembus Panggung Dunia
  • 0

Terkini

Iklan 728x90 KOMINFO AD