ADV 300x250 KS

BENNER UP

GENG MOTOR MAKIN BRUTAL DI MAKASSAR! KAPOLRESTABES KELUARKAN PERINGATAN KERAS " TEMBAK DI TEMPAT

Redaksi
Senin, Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T12:56:24Z

MAKASSAR, INFO TERKINI-Jalanan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali dibayangi aksi brutal komplotan geng motor. Senjata tajam dan anak panah busur diduga menjadi alat teror yang membuat masyarakat dihantui rasa takut, terutama saat malam hingga menjelang subuh.

Aksi mereka bukan lagi sekadar keributan antarkelompok. Situasi bahkan berujung pada jatuhnya korban dari kalangan aparat kepolisian. Seorang personel operasional Polrestabes Makassar mengalami patah tangan setelah insiden saat pembubaran tawuran geng motor di Jalan Opu Daeng Risaju, Kecamatan Mariso.

Korban diketahui bernama Aipda Heru. Insiden itu terjadi pada Jumat dini hari, 18 September 2026, sekitar pukul 03.10 WITA.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran betapa berbahayanya aksi kelompok bermotor yang diduga membawa senjata tajam dan busur saat berkeliaran di jalanan. Ketika aparat turun tangan untuk membubarkan tawuran, keselamatan petugas pun ikut terancam.

Aksi kekerasan yang melibatkan geng motor menjadi ancaman serius bagi ketenteraman warga. Jalan raya yang semestinya menjadi ruang publik justru berpotensi berubah menjadi arena bentrokan ketika kelompok-kelompok tersebut terlibat aksi saling serang.

Masyarakat tentu tidak ingin hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Warga yang melintas pada malam hari, pengendara yang hendak pulang bekerja, hingga masyarakat yang membutuhkan perjalanan dini hari berhak mendapatkan jaminan keamanan.

Insiden yang menimpa Aipda Heru pun menjadi peringatan bahwa aksi kekerasan semacam ini tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa. Jika dibiarkan berkembang, risikonya dapat mengancam keselamatan siapa saja yang berada di lokasi kejadian.

Merespons insiden tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku geng motor yang melakukan aksi kekerasan dan mengancam keselamatan jiwa.

Dikutip IDN Times pada Selasa, 22 September 2026, Arya menegaskan bahwa anggotanya harus mengambil tindakan tegas dan terukur apabila menghadapi ancaman yang membahayakan nyawa masyarakat maupun personel kepolisian.

“Saya menegaskan kepada seluruh anggota kalau sudah mengancam jiwa masyarakat atau mengancam diri anggota lakukan tindakan tembak di tempat,” kata Arya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal keras bahwa kepolisian tidak ingin aksi brutal yang mengancam keselamatan jiwa terus berulang.

Meski demikian, tindakan kepolisian tetap harus dilaksanakan sesuai hukum, berdasarkan ancaman nyata, serta memenuhi prinsip kebutuhan dan proporsionalitas. Penggunaan senjata api bukan tindakan sewenang-wenang, melainkan langkah terakhir yang harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peringatan keras dari Kapolrestabes Makassar kini menjadi perhatian di tengah keresahan masyarakat terhadap aksi kekerasan jalanan.

Publik tentu berharap langkah tegas tersebut tidak berhenti sebatas pernyataan. Patroli yang efektif, penindakan terhadap pelaku, pengamanan titik rawan, serta pengungkapan jaringan yang terlibat menjadi bagian penting untuk mencegah aksi serupa terulang.

Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan jalanan yang dipenuhi ketakutan. Mereka membutuhkan kepastian bahwa siapa pun yang membawa senjata untuk mengancam orang lain akan diproses sesuai hukum.

Makassar harus tetap menjadi kota tempat warga bisa beraktivitas dengan aman, bukan kota yang membuat masyarakat waswas setiap kali malam tiba.(Tim/Red)
Komentar

Tampilkan

  • GENG MOTOR MAKIN BRUTAL DI MAKASSAR! KAPOLRESTABES KELUARKAN PERINGATAN KERAS " TEMBAK DI TEMPAT
  • 0

Terkini

Iklan 728x90 KOMINFO AD