ADV 300x250 KS

BENNER UP

 


Luwu Kejar Potensi Pajak Raksasa, Digitalisasi Jadi Kunci

Redaksi ITE '
Kamis, 4/23/2026 WIB Last Updated 2026-04-23T16:10:57Z


Info-terkini.com  | Bupati Luwu, Patahuddin, mendorong optimalisasi potensi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sekaligus memperkuat digitalisasi pajak daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan peluncuran penyerahan SPPT PBB-P2 Tahun 2026 serta pemberian penghargaan bagi kontributor penerimaan PBB-P2, Kamis (23/4/2026), di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu.


Kepala Badan Pendapatan Daerah, Sofyan Thamrin, dalam laporannya mengungkapkan bahwa potensi pajak daerah di Kabupaten Luwu masih terbuka luas dan belum tergarap maksimal. Dari total wilayah sekitar 297 ribu hektar, sebagian besar merupakan kawasan hutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sementara itu, dari wilayah budidaya yang menjadi objek pajak daerah, baru sekitar 73 ribu hektar atau 38 persen yang telah terdaftar dalam PBB-P2. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 61 persen lahan potensial yang belum masuk dalam basis data pajak.

Saat ini, nilai penerimaan PBB-P2 tercatat sekitar Rp14,6 miliar tanpa upaya intensifikasi. Untuk itu, Pemkab Luwu mendorong strategi ekstensifikasi dengan menambah objek pajak baru tanpa meningkatkan beban masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu mengoptimalkan pendapatan daerah sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika kebijakan yang ada.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kekuatan daerah bersumber dari kerja nyata masyarakat, baik di sektor pertanian, perkebunan, maupun pembangunan desa. Ia menekankan bahwa setiap lahan yang belum terdata bukan sekadar kehilangan potensi pendapatan, tetapi juga peluang pembangunan yang tertunda.

Ia pun menginstruksikan para camat, lurah, dan kepala desa agar lebih aktif melakukan pendataan objek pajak di wilayah masing-masing. Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur, fasilitas umum, dan layanan kepada masyarakat.

Selain itu, Pemkab Luwu terus mengakselerasi digitalisasi pembayaran pajak melalui kanal perbankan dan QRIS guna menciptakan sistem yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak daerah.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak atas kontribusinya dalam pencapaian target PBB-P2 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam realisasi penerimaan pajak tahun sebelumnya, seraya berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan kolaborasi.

“Kita perlu terus bergotong royong membangun daerah. Pajak yang dihimpun hari ini pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Ahmad Gazali, Penjabat Sekretaris Daerah Muhammad Rudi, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

 

(*)

Komentar

Tampilkan

  • Luwu Kejar Potensi Pajak Raksasa, Digitalisasi Jadi Kunci
  • 0

Terkini

Iklan 728x90 KOMINFO AD