INFO TERKINI | Luwu– Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Luwu menggelar kegiatan buka puasa bersama dan pengajian pada Ahad, 22 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Perguruan Muhammadiyah, Lingkungan Cappa Padang, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Luwu Zulkifli, mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan Dr. Husmaruddin, SE, M.P., dokter RSUD Batara Guru dr. Muhammad Jamal, Camat Belopa Utara Andi Mukti Ali, serta tokoh masyarakat lainnya, termasuk warga dari wilayah CDOB Luwu Tengah yaitu Walmas.
Dalam ceramahnya, dr. Muhammad Jamal menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan kasih sayang Allah SWT yang memiliki keistimewaan luar biasa. Ia menjelaskan bahwa pada bulan suci ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaitan dibelenggu, sehingga umat Islam memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap, dimulai dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, kemudian disampaikan secara berangsur melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan peristiwa yang terjadi saat itu.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Luwu, Ustaz Nirwan Muallim, menyoroti pentingnya ilmu pengetahuan, khususnya ilmu astronomi, dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Menurutnya, pemahaman ilmiah terkait posisi satu Ramadhan masih perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus menjadi pelopor dalam menyampaikan hasil kajian ilmiah terkait penentuan awal Ramadhan dan Lebaran, serta mengajak umat untuk lebih memahami tata cara penyusunan shaf salat yang benar.
Ketua PDA Luwu, Maraulang, S.Pd., M.M., dalam kesempatan tersebut juga mendorong seluruh pengurus ‘Aisyiyah untuk semakin aktif dalam membesarkan organisasi dan bergerak bersama dalam kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota dan masyarakat, tetapi juga memperkuat pemahaman keagamaan serta memotivasi umat untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.(*)




