LUWU– Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 8 Lumaring, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, kini menjadi sorotan publik. Berdasarkan data yang dihimpun dari laman OMSPAN, ditemukan rincian alokasi anggaran yang cukup besar pada Tahun Anggaran 2025 namun diduga terdapat selisih antara laporan administratif dengan realisasi fisik di lapangan.
Rincian Alokasi Dana BOS SDN 8 Lumaring, Melalui OMSPAN
TAHUN 2025
TAHAP 1
Berdasarkan data resmi, berikut adalah sebaran penggunaan dana BOS yang menjadi objek sorotan:
Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 6.219.000
Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 3.697.900
Administrasi kegiatan sekolah
Rp 22.433.100
Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 3.300.000
Langganan daya dan jasa
Rp 8.450.000
Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 6.540.000
Pembayaran honor
Rp 4.800.000.
TAHAP 2:
Pengembangan perpustakaan
Rp 11.088.000
Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 8.102.500
Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 2.010.800
Administrasi kegiatan sekolah
Rp 6.414.000
Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 3.650.000
Langganan daya dan jasa
Rp 6.210.000
Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 5.169.700
Penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 6.795.000
Pembayaran honor
Rp 6.000.000
Meski angka-angka di atas tertera jelas dalam sistem pelaporan online, muncul dugaan bahwa Buku Kas Umum (BKU) sekolah tersebut mencatat realisasi yang tidak sesuai dengan kondisi nyata di sekolah.
Menanggapi hal ini, aktivis lokal, Fajriansyah" menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menduga adanya praktik manipulasi laporan keuangan yang tidak mencerminkan fakta di lapangan.
"Kami menemukan adanya indikasi bahwa apa yang dilaporkan di OMSPAN , Laku kemudian dalam Laporan pertanggungjawaban Buku Kas Umum (BKU) Diduga berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan. Demi transparansi pendidikan, kami akan segera melaporkan temuan ini ke pihak Inspektorat Kabupaten Luwu agar segera dilakukan Audit Tujuan Tertentu (ATT)," tegas Fajriansyah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa segala sesuatunya telah berjalan sesuai aturan dan telah diperiksa oleh pihak Inspektorat. Dia menambahkan bahwa tidak ditemukan selisih dalam audit tersebut dan proses pemeriksaan berjalan dengan lancar.(Tim/Red)



