Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, menjelaskan bahwa kehadiran alat berat menandai dimulainya fase implementasi rencana penataan DAS Suso yang sebelumnya telah disepakati. “Kegiatan ini merupakan tahapan awal revitalisasi DAS Suso, dengan fokus pada penataan alur sungai dan pengurangan risiko gangguan aliran air, terutama pada saat hujan lebat,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Manager Community Development & External Relations (CDE & Extrel) PT Masmindo Dwi Area (MDA), Rahmad Sabang, menekankan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini adalah tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Luwu dan MDA terkait pemeliharaan dan pembersihan DAS Suso secara kolaboratif. Ini juga menegaskan komitmen MDA dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko banjir di wilayah operasionalnya.
“MDA terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pokja, dan pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan,” kata Rahmad. Ia berharap program ini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi dampak sedimentasi dan potensi gangguan aliran air selama musim hujan.
Kepala Desa Kadundung, Parambung, juga menyoroti pentingnya penataan alur DAS Suso untuk menangani pendangkalan yang dapat meningkatkan risiko meluapnya air saat curah hujan tinggi. “Pendangkalan sungai telah menjadi perhatian utama kami di desa. Oleh karena itu, penataan alur sungai sangat dibutuhkan agar aliran air lebih terkendali saat hujan deras,” ujar Parambung.
Kepala Desa To’barru menambahkan bahwa kondisi pendangkalan yang ada saat ini memang menjadi perhatian serius bagi warga desa. “Dengan adanya penataan ini, kami berharap aliran sungai dapat lebih tertata dan lebih aman, terutama ketika musim hujan tiba,” ungkapnya.
Warga sekitar DAS Suso juga menyambut positif dimulainya kegiatan pembersihan ini.
Mereka berharap program ini dapat mengurangi kekhawatiran terkait derasnya aliran air dan menjaga kelestarian lingkungan. “Kami sangat berterima kasih karena sudah ada langkah nyata di lapangan. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sungai menjadi lebih tertata,” kata salah satu warga setempat.
Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga fungsi sungai sebagai sistem penyangga lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap dinamika cuaca dan perubahan hidrologi.
Penataan DAS Suso ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang untuk masyarakat sekitar dan menjaga kelestarian lingkungan, serta mencegah potensi banjir di masa depan.
(*)




