Kisah Inspiratif, Lolos Seleksi CPNS, Proses Tidak Akan Menghianati Hasil

Proses Tidak Akan Menghianati Hasil

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 sudah resmi berakhir. Pengalaman yang dirasakan oleh para peserta tentu berbeda-beda, termasuk yang dialami Satrianda Gematama, yang melamar ke Kementerian Tenaga Kerja. Saat melamar CPNS, Satrianda merupakan supporting staff (tenaga kontrak) di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Berikut hasil wawancara Humas BKN dengan Satrianda Gematama, Selasa (19/12/2017).

Bagaimana Anda melihat proses pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2017 secara keseluruhan?


Secara keseluruhan, proses pelaksanaan CPNS tahun 2017 relatif baik dan lancar. Hanya, kalau boleh saran, pengaturan waktu masih perlu diperbaiki. Maksud saya, jarak antara pengumuman dan hari pelaksanaan tes sangat dekat, sehingga cukup menyulitkan peserta untuk mempersiapkan tes.

Ada strategi khusus menghadapi seleksi CPNS tahun 2017?


Saya tidak yakin apakah ini bisa disebut strategi khusus atau bukan, namun memang saya akui, saya menunggu hingga mendekati hari akhir batas pendaftaran untuk menentukan formasi dan mendaftar secara on-line pada formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan yang saya miliki.

Dengan banyaknya jumlah Kementerian/Lembaga (K/L) yang membuka formasi lowongan CPNS, saya memprediksi adrenalin seluruh calon peserta yang tertarik mengikuti seleksi pasti meningkat di awal-awal pendaftaran dan menimbulkan ‘kegaduhan’. Karena itu, saya wait and see. Lebih coba untuk bersabar dan tenang, agar tidak melakukan kesalahan dalam pendaftaran.

Apakah Anda mengalami kendala yang berarti saat proses seleksi CPNS tahun 2017 berlangsung?


Kembali lagi masalah waktu. Rentang waktu antara pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sangat berdekatan. Jadi, mungkin ini juga dirasakan oleh teman-teman peserta yang lain, waktu untuk belajar guna mempersiapkan diri sangat kurang, ya jadi tidak maksimal. Kasihan juga kalo sampai banyak yang tidak ikut SKB hanya gara-gara tidak dapat izin atau cuti untuk mereka yang sudah bekerja. Selain itu, saat SKD berlangsung, jarak duduk antar peserta satu dan lainnya sangat berdekatan. Buat saya, itu lumayan mengganggu konsentrasi.

Bagaimana penilaian Anda terhadap sistem CAT-BKN yang digunakan untuk seleksi CPNS tahun 2017 ?


Sangat transparan. Bahkan, banyak kementerian dalam seleksi CPNS ini menggunakan CAT-BKN tidak hanya untuk SKD tapi juga untuk SKB. Kementerian Ketenagakerjaan contohnya. Hasil SKB pun transparan, sama seperti saat SKD. Dengan adanya sistem seperti ini, semua menjadi sama, maksud saya, peluang setiap peserta sama, tidak peduli latar belakang dan status sosialnya. Harapannya semoga masyarakat luas jadi tahu, kalau seleksi CPNS kini sudah sangat transparan.

Apakah ada pesan yang ingin Anda sampaikan untuk teman-teman yang lain yang tertarik ikut seleksi CPNS berikutnya?


Berdasarkan pengalaman kemarin, mengikuti seleksi CPNS bukan merupakan suatu proses yang mudah, diperlukan ketekunan, pengorbanan, kerja keras, kerja cerdas, usaha dan doa. Jadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada teman-teman yang belum berhasil lolos menjadi CPNS, saya berpesan jangan pantang menyerah, proses tidak akan menghianati hasil. Tetap optimistis. Bagi teman-teman yang lulus menjadi CPNS, di manapun instansinya, ayo niatkan diri untuk mengabdi bagi negara dan masyarakat.

Saat artikel ini diunggah, Satrianda Gematama sedang menunggu informasi penempatan kerja, untuk bersiap mengabdikan dirinya bagi negara melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Ber/bkn