Puisi, Unsur Unsur Puisi, Macam Macam Sajak, Macam Macam Puisi Berdasarkan Baris dan Bait

Puisi, Unsur Unsur Puisi, Macam Macam Sajak, Macam Macam Puisi Berdasarkan Baris dan Bait, puisi cinta, kumpulan puisi, contoh puisi, puisi persahabatan, puisi cinta romantis, puisi ibu.

Puisi, Unsur Unsur Puisi, Macam Macam Sajak, Macam Macam Puisi Berdasarkan Baris dan Bait

Kalian tentu pernah membaca puisi. Puisi adalah salah satu bentuk curahan hati penulisnya. Kalian juga dapat menulis puisi. Sebelum menulis puisi kalian perlu mengetahui unsur-unsur yang membangun sebuah puisi.

Pernahkah kalian menulis sebuah puisi? Puisi merupakan curahan perasaan hati penyair terhadap apa yang dirasakan, dilihat, dan dipikirkan dengan menggunakan kata. Melalui pilihan kata, penyair berusaha berkomunikasi dengan pembacanya.

Puisi

Cermati puisi dibawah ini!

IKAN EMAS

Ikan emas yang cantik
Elok benar rupanya
Berenang ke sana ke mari
Untuk menggapai sang matahari

Ikan emas di kolam
Berenang dengan kebingungan
Mencari rembulan
Yang telah lama hilang

Ikan emas dengan ibundanya
Di permukaan air
Sedang bermain dengan pelangi
Yang berwarna warni

Ikan emas warnamu indah
Sungguh cantik rupawan
Sedang mencari malam
Sampai keringatnya memenuhi malam

Di tengah keremangan malam
Ikan emas mendengar nyanyian bintang
Lalu tidur di pinggir kolam
Penuh kedamaian
Zaffa Yurihana

Unsur Unsur Puisi

Setelah kamu mencermati contoh puisi tersebut di atas apa yang dibenak kalian? Tentu kalian bertanya, bagaimana cara menulis puisi? Dalam penulisan puisi dibutuhkan kepekaan penulis terhadap peristiwa yang terjadi. Kemampuan menulis puisi adalah sebuah proses, semakin sering berlatih semakin meningkat kemampuan menulis puisi.
Puisi dan Unsur Unsur Puisi

Dalam menulis puisi perlu mengetahui unsur-unsur yang membangun sebuah puisi. Unsur yang membangun sebuah puisi dibedakan menjadi dua yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun puisi dari dalam. Unsur intrinsik sebuah puisi meliputi.

1. Irama dan Rima

Irama ialah keselarasan bunyi yang ada pada puisi yang dibentuk oleh pergantian
tekanan kata. Sedangkan rima adalah persamaan bunyi yang ada dalam barisbaris
puisi (sajak).

Macam-macam sajak (rima)

1. Sajak silang ( a b a b )

Sajak silang memiliki persamaan bunyi baris pertama sama dengan baris
ketiga, baris kedua sama dengan baris keempat

Contoh sajak silang (a b a b)
Rumput hijau membentang
Menyambut datangnya pagi
Saat mentari menjelang
Semua tampak berseri-seri

2. Sajak peluk ( a b b a )

Sajak peluk memiliki persamaan bunyi baris pertama dengan baris
keempat, baris kedua sama dengan baris ketiga.

Contoh sajak peluk (a b b a)
Ada pantai di ujung jalan
Banyak pengunjung terpesona
Melihat ombak membahana
Rasa gerang tiada terlahan

3. Sajak pasangan ( a a b b )

Sajak pasangan memiliki persamaan bunyi baris pertama dengan baris
kedua, baris ketiga sama dengan baris keempat.

Contoh sajak pasang (a a b b)
Bunga melati yang indah
Berbunga putih merekah
Indah diterpa sang surya
Laksana kilau mutiara

4. Sajak terus ( a a a a )

Sajak terus memiliki persamaan bunyi baris pertama, kedua, ketiga,
keempat.

Contoh sajak terus (a a a a)
Kelinci-kelinciku
Kau sangat lucu
Selalu menghiburku
Kan kujaga selalu

2. Diksi atau pilihan kata yang tepat.

Diksi merupakan pilihan kata yang tepat dari penulis (dapat berupa gaya bahasa,
citraan, makna konotasi).

3. Baris dan bait

Baris dalam bait digunakan untuk menentukan bentuk puisi.


Macam-macam bentuk puisi menurut baris dan bait.

a. Distikon, adalah bentuk puisi yang terdiri 2 baris per bait.
Contoh puisi distikon

BUKU

Buku kau selalu membantuku
Walau tanpa guru
Kau pelita hatiku
Saat aku sedang ragu

b. Tersina, adalah bentuk puisi yang terdiri 3 baris per bait.
Contoh puisi tersina

HUJAN

Mengapa kau jatuh terlalu deras hujan
Sampai bumi tak tahan
Menampung air yang kau curahkan
Banjir menggenang desa dan kota
Lumpuh semua yang ada
Derita dan luka yang terpana

c. Kuatrin, adalah bentuk puisi yang terdiri 4 baris per bait.
Contoh puisi kuatrin

PAGI

Rumput hijau membentang
Menyambut datangnya pagi
Saat mentari menjelang
Semua tampak berseri-seri

d. Kwint, adalah bentuk puisi yang terdiri 5 baris per bait.
Contoh Puisi Kwint

REMBULAN

Rembulan nan indah di awan
Di hiasi bintang-bintang malam
Cahayamu redup menawan
Hati ini merasa tenteram dan nyaman
Saat memandangmu di tengah malam

e. Sektet, adalah bentuk puisi yang terdiri 6 baris per bait.
Contoh puisi sektet

PELANGI

Pelangi nan indah
Warna-warni wajahmu
Menghias langit biru
Aku kagum melihatmu
Walau kau muncul sekejap
Menambah indah panorama

f. Septima, adalah bentuk puisi yang terdiri 7 baris per bait.
Contoh puisi septima

MUSIM PANEN

Luas membentang padi di huma
Menguning bagai emas permata
Damai hati memandangnya
Tiada lagi kelaparan
Terpancar kemakmuran
Semua melenggang gembira
Menyambut panen tlah tiba

g. Oktaf, adalah bentuk puisi yang terdiri 8 baris per bait.
Contoh puisi oktaf

MAWAR MERAH

Sekuntum mawar merah
Mekar di taman nan indah
Kuingin sekali memetikmu
Namun sayang kau berduri
Aku tak berani mendekati
Takut tertusuk duri
Biarkan mawar merah merekah
Menghias halaman rumah

h. Bentuk bebas, artinya bentuk puisi yang tidak terikat oleh baris dan bait.
Contoh puisi bentuk bebas

ADIKKU

Kau sangat lucu
Aku suka menggodamu
Tanpa hadirmu
Hatiku sepi membiru
Saat kita berdua
Tanpa pelukan bunda
Kau selalu kujaga

i. Soneta , adalah puisi yang terdiri 14 baris terbagi per bait 4 , 4 , 3 , 3.
Contoh puisi soneta

BUNGLON

Melayang gagah, meluncur rampis
Menentang tenang, alam samadi
Tiada sadar marabahaya
Alam semesta memberi senjata

Selayang terbang ke rumpun bambu
Pindah meluncur ke padi masak
Bermain mesra di balik dahan
Tiada satu dapat mengganggu

Akh, sungguh puas berwarna aneka
Gampang menyamar mudah menjelma
Asalkan diri menurut suasana

O, Tuhanku, biarkan daku hidup sengsara
Biarkan lahirku diancam derita
Tiada daku sudi serupa

4. Tema

Tema merupakan ide pokok yang menjiwai sebuah puisi. Tema penulisan puisi misalnya tentang keindahan alam, masalah sosial maupun keagamaan. Dari penjelasan di atas kalian telah mengenal unsur-unsur puisi. Bagaimana langkah-langkah menulis puisi? Langkah-langkah menulis puisi adalah sebagai berikut:

1. Pilihlah tema yang menarik.
2. Carilah sumber tema yang sesuai dengan pilihan.
3. Cermati objek, kemudian datalah objek-objek yang dijadikan bahan penulisan puisi.
4. Diskripsikan objek-objek yang diamati menjadi larik-larik puisi yang sesuai bentuknya.
5. Gunakan diksi atau pilihan kata, rima, majas yang tepat.
6. Tulislah puisi secara runtut.
7. Suntinglah puisi yang kamu tulis agar menjadi lebih sempurna.

Silahkan Baca Juga : Menulis Karangan dengan Pola Pengembangan Deduktif dan Induktif