Tuesday, January 31, 2017

TNI siap bubarkan aksi berbau politis saat minggu tenang Pilkada

info-terkini.com
info-terkini.com
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku sudah mendapat informasi bakal ada aksi massa jelang perhelatan Pilkada serentak pada 15 Februari nanti. Gatot berharap Bawaslu benar-benar mengawasi aksi tersebut karena dikhawatirkan bernuansa politis.

"Makanya di situlah perlu Bawaslu untuk benar-benar mengawasi agar semuanya tenang," kata Gatot di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (31/1).

Gatot menegaskan, TNI siap berdiri di belakang Bawaslu jika aksi itu benar-benar bermuatan politik. Bahkan, kata dia, TNI dan Polri siap membubarkan aksi jika mengarah kepada penjegalan terhadap calon yang siap bertarung di Pilkada.

"Apabila ada informasi demo pada minggu tenang yang berbau politis pilkada maka Bawaslu harus melarang, TNI dan Polri siap di belakang Bawaslu," ucap Gatot.

Bukan hanya itu, Gatot juga sudah memerintahkan Dandim, Danrem dan Pangdam untuk mengawasi perkembangan situasi di sejumlah daerah jelang Pilkada. Dia menginstruksikan jajarannya segera turun saat Polri membutuhkan bantuan tanpa harus melapor lebih dulu.

"Apabila ada perkembangan situasi dan polisi meminta bantuan, bantu dulu baru lapor. Bukan lapor dulu baru bantu agar cepat dapat diatasi," ucapnya.

Disinggung berapa total jumlah pasukan yang disiapkan TNI untuk diperbantukan mengamankan jalannya Pilkada, dengan tegas Gatot mengatakan berapa pun jumlah yang dibutuhkan Polri, TNI siap menurunkan semua personelnya untuk mengawal Pilkada.

"Apa yang diminta Polri kita kasih jumlahnya berapa pun juga. Dan saya selalu menyiapkan cadangan tergantung daerahnya masing-masing," pungkas Gatot.(sb/merdekacom)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon