Wednesday, January 25, 2017

Permintaan Rizieq Syihab uang baru ditarik tak beralasan, Benarkah?

info-terkini.com
info-terkini.com

Permintaan Rizieq Syihab uang baru ditarik tak beralasan, Benarkah?


Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab meminta pemerintah menarik kembali uang rupiah baru karena berisi logo palu arit. Permintaan itu disampaikan usai Rizieq diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait penyebaran isu logo palu arit di mata uang baru.

Anggota Komisi XI fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menegaskan uang rupiah baru itu tidak mengindikasikan lambang terlarang palu arit. Misbakhun menilai tidak ada alasan bagi Rizieq meminta uang rupiah yang telah beredar ditarik.

"Saya katakan bahwa uang tersebut tidak mengindikasikan lambang apapun selain lambang Bank Indonesia. Sehingga tidak punya alasan apapun untuk mencabut kembali uang yang sudah beredar tersebut," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Penjelasan Bank Indonesia terkait logo mirip palu arit dinilai sudah benar. Sebab, logo yang dipersepsikan sebagai lambang palu arit itu adalah gambar saling isi (rectoverso), yang menjadi bagian dari unsur pengaman uang rupiah. Dia memastikan BI tidak terafiliasi dengan ideologi lain dan hanya patuh pada UUD 1945.

"BI sudah benar dan simbol, hologram pengamanan itu sudah sesuai dengan UU mata uang. BI lembaga independen dijamin UU, dan dia tidak berafiliasi dengan ideologi lain, selain UUD 45 dan konstitusi Indonesia," tegasnya.

Untuk itu, politisi partai Golkar ini meminta Rizieq menghilangkan kecurigaan kepada BI karena memasukkan lambang PKI ke dalam uang rupiah. Sebab, penggunaan lambang itu hanya bertujuan untuk pengamanan agar uang rupiah tidak dipalsukan.

"Sehingga tolong dihilangkan kecurigaan bahwa itu adalah lambang palu arit, itu adalah lambang yang menggambarkan dan mendeskripsikan BI. Itu adalah untuk tujuan pengamanan dan sekuritisasi agar uang tidak dipalsukan," tandas dia.

Menurutnya, Rizieq hanya berupaya membangun opini soal isu palu arit di uang rupiah itu. Misbakhun mengimbau pemerintah tidak menanggapi serius permintaan penarikan uang rupiah karena penjelasan BI sudah jelas.

"Tidak perlu ditanggapi terlalu. Ini dinamika yang biasa dalam negara demokrasi. Dijawab melalui prosedur yang ada dan melalui jalur komunikasi BI yang sudah benar sudah," pungkasnya.

Sebelumnya, Rizieq meminta kepada penyidik agar Pemerintah dapat menjelaskan bentuk rectoverso logo BI mirip logo PKI. Menurutnya, ada ribuan alternatif kombinasi rectoverso yang bisa digunakan oleh Bank Indonesia selain yang saat ini digunakan.

"Kami minta dengan hormat kepada Pemerintah untuk memberikan penjelasan kenapa ada ribuan jutaan alternatif bentuk dari teknologi rectoverso kok yang dipilih adalah gambar yang memberikan persepsi mirip logo palu arit nah yang membahayakan," terang Rizieq.

Untuk itu dia meminta Pemerintah untuk segera menarik uang kertas baru mulai dari pecahan 1000 sampai 100.000.(sb/merdekacom)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon