Wednesday, January 18, 2017

Menhan sebut Indonesia belum perlu wamil, karena...

info-terkini.com
info-terkini.com

Menhan sebut Indonesia belum perlu wamil, karena...


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahajo Kumolo berencana mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) usai dinyatakan lulus, beberapa waktu lalu. Bila diperlukan, lanjut Tjahjo, mereka akan diperbantukan di Komando Rayon Militer (Koramil).

Menanggapi rencana tersebut, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tak sependapat dengan Tjahjo. Menurut Ryamizard, wajib militer dilakukan pada negara yang tengah atau dalam keadaan darurat seperti hendak perang.
wamil

"(Wajib militer) Itu maunya Mendagri. Kalau kita sudah antisipasi mau perang, mau kacau gitu ya boleh-boleh saja," kata Ryamizard di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1).

Ryamizard mengaku, saat ini tengah fokus pada kasus teroris yang belakangan marak terjadi di Indonesia. Dalam hal ini tentunya warga negara wajib diberikan pemahaman bela negara yang satu paket dengan wajib militer. 

"Karena yang kita hadapi itu teroris, itu masalah paham. Makanya bangsa ini harus dimasukkan paham Pancasila. Perlu enggak perlu tapi sementara itu dulu lah yah," tutur Ryamizard. 

Sementara itu terkait bela negara, kata dia, pada akhirnya membuat warga negara paham bagaimana mencintai negaranya sendiri. "Dia berkorban untuk negara, sebelum dia berkorban dia harus bangga dulu. Nah bangga itu dari diberikan pengertian," ujar Ryamizard.

"Jangan sampai seperti bangsa lain yang lari lari ngungsi, eksodus (pergi ramai-ramai). Kalau bangsa kita kan enak enggak ada yang ngungsi," sambungnya.(sb/merdekacom)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon