Friday, January 20, 2017

Ini Dia, Penampakan Rumah Mantan Dirut Garuda Indonesia yang Terima Suap Rp 46 M

info-terkini.com
info-terkini.com

Ini Dia, Penampakan Rumah Mantan Dirut Garuda Indonesia yang Terima Suap Rp 46 M


Rumah dua lantai di Jalan Mutiara 29A, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi sasaran penggeledahan tim KPK pada Rabu (18/1/2017) petang.

Rumah tersebut adalah milik mantan Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Rp46 miliar dari perusahaan penyedia mesin jet Rolls Royce.

Pantauan Tribunnews.com, Kamis (19/1/2019) petang, rumah Emirsyah Satar tersebut terdiri dari dua lantai dengan cat dinding warna kuning gading.
Mantan Dirut Garuda

Rumah itu berdiri di atas lahan sekitar 15x20 meter persegi. Fisik bangunan rumah menempati 3/4 lahan. Beberapa pohon hijau memenuhi taman depan rumah. Seorang penjaga rumah berseragam safari hitam dan sopir berada di pos jaga depan rumah.

Menurut warga sekitar, gaya bangunan rumah Emirsyah terbilang masih menggunakan gaya design lama.

"Kemarin sore memang banyak orang pakai kemeja putih dan ada yang pakai masker datang ke rumah Pak Emir. Yang di depan rumahnya juga dijaga polisi bawa senjata," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya di lokasi.

Perempuan paruh baya itu, sebut saja Mira itu tak mengira jika pria-pria tersebut ternyata petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah melakukan penggeladahan.

Ia mengaku baru tahu Emirsyah Satar terlibat dugaan kasus korupsi dan penggeledahan tersebut dari pemberitaan media.

Sebelumnya, pihak KPK mengumumkan Emirsyah Satar sebagai tersangka penerima suap terkait pengadaan mesin jet Rolls Royce untuk 50 pesawat Airbus A330, sewaktu menjabat Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005-2014.

Tak tanggung-tanggung uang suap yang diterima Emisyah dari pihak perusahaan Rolls Royce selama sembilan tahun menjadi petinggi perusahan maskapai Garuda.

Total uang suap yang diterima oleb Emirsyah Satar selama 9 tahubln menjadi bos Garuda Indonesia mencapai Rp 46,75 miliar.

Yakni uang sebanyak 1,2 juta Euro dan 180 ribu Dolar AS atau setara Rp20 miliar, hingga dalam bentuk barang senilai 2 juta Dolar AS atau setara Rp26,8 miliar yang tersebar di Indonesia, termasuk kondominium di Singapura.

Selain Emirsyah Satar, KPK juga sudah menetapkan Benefiacial owner Connaught International Pte Ltd sekaligus CEO dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Group, Soetikno Soedarjo, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Sebab, ia berperan sebagai petantara pemberi suap dari Rolls Royce kepada Emirsyah Satar.

Namun, terkadang Emirsyah kerap keluar rumah bersama komunitas pecinta olahraga sepeda.

"Dia hobinya touring sepeda sama grup sepeda. Kadang mereka ramai-ramai datang ke rumahnya naik sepeda dan touring. Sepedanya bagus-bagus, pasti mahal harganya," ujarnya.

Mira mengaku kaget jika saat ini tetangganya itu telah menjadi tersangka kasus penerimaan suap.

"Yah kaget lah. Perasaan kemarin cuma ada orang ramai ke rumahnya, tahu-tahu dia tersangka," katanya.(sb/tribunnewscom)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon