Tuesday, January 31, 2017

Ini dia Momen mesra Antasari dengan Jokowi dan PDIP

info-terkini.com
info-terkini.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi memberikan grasi terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Antasari dinyatakan bebas murni dari kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen.

Tak berselang lama usai pemberian grasi, Antasari diketahui bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Kamis, 26 Januari 2017 kemarin. Keduanya bertemu empat mata di Istana. Sayang, Antasari menolak menjelaskan isi pertemuan. 

"Jadi, saya batuk. Sudah, mau tahu saja," tegas Antasari sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah bibirnya, usai keluar dari Istana bertemu Jokowi.

Antasari divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Februari 2010 dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Antasari sempat mengajukan banding dan kasasi di tingkat MA, begitu juga peninjauan kembali, namun keputusan tetap menyatakan dirinya bersalah.

Hingga berganti pemerintahan, Antasari akhirnya mendapatkan bebas bersyarat pada November lalu. Tak cukup, Jokowi kemudian memberikan grasi usai Antasari menempuh upaya hukum luar biasa tersebut pada 2015 lalu.

Tak berselang lama dari pertemuan tersebut, kabar Antasari bakal masuk partai politik pun berhembus kencang, terutama mengarah pada partai penguasa yakni PDIP. Hal tersebut pun diamini oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Hasto klaim kedatangan Antasari kepada Jokowi paling tidak sebagai bukti jika PDI Perjuangan menjadi rumah bagi mereka yang mencari keadilan. Sehingga tak menutup kemungkinan jika ke depan Antasari akan bergabung dengan PDI Perjuangan.

"Dari apa yang disampaikan oleh Pak Antasari, PDI Perjuangan jadi rumah bagi mereka yang mencari keadilan. PDI Perjuangan jadi rumah bagi tokoh-tokoh seperti Pak Antasari. sehingga tentu saja kami terbuka sekiranya beliau menyatakan akan bergabung ke PDIP," ungkapnya.

"Tentu saja ini masih berproses. Tapi suasana kebatinan yang menyatukan adalah nilai yang sama. Ketika PDIP diyakinkan oleh nilai-nilai satyameva jayate, kebenaran akhirnya menang, Pak Antasari membatinkan nilai-nilai tersebut, sehinga proses dialog itu akan terus dilanjutkan," kata Hasto lagi.

Momen mesra dengan PDIP tak hanya sampai di sini. Antasari juga tiba-tiba hadir dalam debat sesi kedia Pilgub DKI 2017 yang digelar pada 27 Januari kemarin. Antasari duduk di barisang pendukung Ahok- Djarot yang diusung oleh PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura.

Dalam kesempatan yang berbeda, Antasari juga mengungkapkan niatnya untuk berpolitik. Antasari akan masuk partai politik, meski dengan malu-malu menyatakan akan gabung dengan PDIP.

"Saya memang akan bergabung dengan satu partai politik tertentu. Alasan saya bergabung dengan parpol itu karena ada kesamaan dan secara historis kami memiliki satu ideologi," kata Antasari saat diwawancarai Kompas TV di kediamannya, Sabtu (28/1).

Antasari bahkan blak-blakan membuka partai apa yang akan dimasukinya. Dia mengakui akan masuk PDIP.

"Nah, sekarang sebagian besar orang GMNI ada di PDIP. Saya akan bergabung ke situ (PDIP), kalau tidak ada halangan," katanya.(sb/merdekacom)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon