Wednesday, January 18, 2017

Heboh!!! Plt Gubernur DKI Sumarsono Hentikan Aplikasi Qlue, apa alasannya?

info-terkini.com
info-terkini.com
Plt Gubernur DKI Sumarsono menghentikan aplikasi Qlue yang telah diluncurkan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjabat orang nomor satu di DKI. Qlue merupakan aplikasi sebagai sarana warga Jakarta untuk mengadukan terkait kepentingan publik.

Menurut Sumarsono, dengan dihentikannya Qlue untuk RT dan RW maka pemberlakuan insentif sebesar Rp 10 ribu untuk sekali pelaporan juga dihapus.
Aplikasi Qlue

"RT dan RW itu konsepnya pengabdian masyarakat jadi lebih ke ketokohan jadi enggak perlu dikasih insentif ataupun gaj, cukup uang operasional saja," ujar Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/17).

Untuk itu, posisi RT dan RW dikembalikan ke semula, yaitu menempati bagian dari ketokohan masyarakat sangat dihargai. Hal itu dianggapnya lebih penting ketimbang uang Rp 10 ribu.

RT dan RW, lanjut dia, bukanlah sebagai karyawan ataupun buruh yang harus tunduk kepada peraturan dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"RT dan RW bukanlah buruh lurah, mereka itu instrumen masyarakat, tokoh masyarakat yang diwajibkan untuk menjaga kerukunan antar warga ataupun rumah tangga. Sehingga yang diwajibkan untuk memantau situasi itu orang kelurahan dan para stafnya," kata Soni sapaan dari Sumarsono.

Selanjutnya, Soni mengungkapkan bukan pihaknya yang memberhentikan aturan pelaporan Qlue di RT dan RW tersebut.

"Jadi saat menjabat di sini, sistem Qlue ini sudah berjalan dan untuk pelaporan tingkat RT dan RW sudah di-pending atau moratorium lah. Berarti ini mungkin sudah menjadi kebijakan sebelumnya," pungkas Sumarsono.(sb/liputan6com)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon