Wednesday, January 4, 2017

Camkan! KKR: Tinggalkan Politik Kekerasan

info-terkini.com
info-terkini.com

Camkan! KKR: Tinggalkan Politik Kekerasan


Wakil Ketua Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Muhammad MTA, menilai, eskalasi kekerasan yang cenderung meningkat dalam pertaruangan politik Pilkada Aceh saat ini disebabkan oleh ketidakmampuan pasangan calon dalam mewujudkan Pilkada damai.

“Saya berkeyakinan bahwa dinamika kekerasan tersebut tidaklah berasal dari paslon itu sendiri, melainkan di tingkat basis, terutama ditingkat tim sukses mereka,” kata MTA dalam pernyataan tertulisnya kepada Serambi, Selasa (3/1).
KKR

Menurutnya, potensi konflik kekerasan selalu diawali dari metode kampanye yang masih berakar dari dialektika politik masa lalu, yaitu dialektika kekerasan. Oleh karena itu, ia mengharapkan semua pihak agar menghentikan tindakan politik kekerasan sebelum mengarah kepada kekerasan yang bisa menimbulkan korban jiwa.

“Jika politik kekerasan ini terus dibiarkan, akan timbul masalah yang lebih besar. Anak yatim dan janda bertambah, ibu kehilangan anaknya, dan keluarga kehilangan saudaranya,” tulis MTA.

Ia juga mengingatkan bahwa ‘PR’ masa lalu terkait korban konflik belum terselesaikan secara baik dan benar. Pihaknya menyerukan kepada semua pihak agar benar-benar mewujudkan Pilkada yang damai dan bermutu, dengan kampanye politik programatik kerakyatan yang bertujuan memperkuat kesejahteraan berbasis persaudaraan.

“Mari kita dorong pihak kepolisian benar-benar bekerja secara baik dan profesional, menjadikan hukum sebagai mahkota keadilan. Insya Allah Aceh terus damai,” demikian MTA.

Sebelumnya, seperti telah diberitakan harian ini, massa pendukung dari kedua calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Aceh Timur, Minggu, 1 Januari 2017, terlibat bentrok. Massa dari masing-masing kandidat saling merusak atribut kampanye.

Seperti diketahui, cabup dan cawabup Aceh Timur terdiri dua pasangan, yakni dari jalur independen yaitu Ridwan Abubakar alias Nek Tu dan Tgk Abdul Rani dan pasangan parpol, H Hasballah HM Thaib-Syahrul bin Syamaun dari Partai Aceh. Namun kedua pasangan sama-sama berlatar belakang mantan kombatan GAM.

Setelah dilakukan mediasi oleh unsur pimpinan Aceh Timur, Senin (2/1), kedua belah pihak yang bertikai akhirnya sepakat untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran-pelanggaran menjelang Pilkada. Mereka juga menandatangani perjanjian di atas kertas bermaterai dan berjanji tidak lagi mengulangi hal serupa.(sumber:acehtribunnewscom)

info-terkini.com


EmoticonEmoticon