Wednesday, January 25, 2017

Ahok meradang saksi sebut umat Islam tak boleh pilih pemimpin kafir

info-terkini.com
info-terkini.com

Ahok meradang saksi sebut umat Islam 

tak boleh pilih pemimpin kafir


Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama tidak terima dengan kesaksian dari Muhamad Asroi Saputra. Sebab saksi pelapor tersebut menilai dirinya telah melukai perasaan seluruh muslim di seluruh dunia karena menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menegaskan, banyak pihak yang mendukungnya dalam kasus penistaan agama ini berkeyakinan agama Islam. Terlebih, dia juga memiliki keluarga angkat yang sampai saat ini mendukungnya merupakan muslim.

"Saya keberatan gara-gara saksi mengatasnamakan muslim se dunia. Karena hampir mayoritas pengacara saya adalah muslim. Saudara saya juga muslim, warga Pulau Seribu juga muslim jadi itu tidak semua. Itu terlalu membesar-besarkan," kata Ahok dalam sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini juga merasa berkeberatan dengan penafsiran PNS Kementerian Agama tentang Surah Al Maidah Ayat 51. Di mana, Asroi menilai muslim tidak boleh memilih pemimpin kafir.

"Saya keberatan disampaikan dalam laporan walaupun dikorelasikan di BAP laporannya itu jadi fitnah bahwa saya Surah Al Maidah Ayat 51 berbohong. Itu cenderung fitnah. Saudara saksi mengerti agama tahu fitnah itu dosanya besar," tuturnya. 

Ahok semakin meninggikan suaranya saat menyampaikan keberatan terakhirnya terkait pernyataan Asroi menganggap pemeluk agama lain keberatan dengan pernyataannya pada 27 September 2016. Padahal dalam kesaksiannya, dia menganggap orang yang tidak mengucapkan kalimat dua kalimat syahadad adalah kafir.

"Saya mau tegaskan, Anda mengerti kitab suci dengan baik membaca Alquran dengan baik dan sarjana. Di situ jelas disebutkan Nabi Isa semua begitu jelas dalam Alquran. Dan saya percaya Yesus Tuhan bukan kafir. Saya keberatan Anda menganggap saya kafir saya bertuhan dan saya terima Yesus adalah Tuhan dan hak saya di negeri Pancasila dan setiap WNI di negeri ini. Saya berhak menjadi apapun di republik ini," tutup Ahok.

Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama sempat menyinggung soal Surah Al Maidah Ayat 51 saat melakukan kunjungan dinas ke Pulau Pramuka. Akhirnya ini membuat seluruh umat muslim di dunia terluka akibat pernyataan itu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh saksi pelapor, Muhamad Asroi Saputra yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saat memberikan keterangan, PNS Kementerian Agama ini mengatakan sakit hati atas ucapan Basuki atau akrab disapa Ahok itu.

"Karena umat Islam bersaudara pak. Di mana pun di belahan bumi manapun persaudaraan itu ada. Jadi sama rasa pasti sama sakit yang dirasakan," katanya dalam sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Namun Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto sempat bingung dengan pernyataan tersebut. Bahkan, dia mencoba mengingatkan apa yang disampaikan oleh Asroi dalam persidangan ke tujuh tersebut.

"Itu kesimpulan Saudara. Apakah sudah dilakukan survei? Apa hanya perasaan Saudara saja?" tanya hakim dalam persidangan. 

Asroi yang berprofesi sebagai penghulu di Padang Sidempuan ini menceritakan awalnya mengetahui kasus Ahok dari para jemaah di salah satu masjid di Padang Sidempuan. Dia melihat dan membahas dengan para ulama terkait video tersebut.

"Kami sepakat itu penodaan agama. Kami telpon ulama dan ulama sudah melihat. Kita harus laporkan ini lakukan aksi damai," tutup Asroi.(sb/merdekacom)
info-terkini.com


EmoticonEmoticon