Pengertian, Contoh Kerangka Pidato serta Teknik Membaca Cepat

Pengertian Pidato


Berpidato adalah berbicara di hadapan umum. Akan tetapi, tidak semua pembicaraan di depan umum dapat disebut pidato. 

Pidato adalah salah satu bentuk kegiatan berbahasa secara lisan dalam situasi tertentu, untuk tujuan tertentu, dan kepada orang-orang tertentu. 

Pada dasarnya, berpidato adalah suatu keterampilan. Oleh karena itu, diperlukan latihan yang sungguhsungguh agar dapat berpidato dengan baik dan lancar. Selain itu, hal yang perlu dilakukan sebelum berpidato adalah melakukan persiapan. Persiapan dalam hal ini tidak saja persiapan secara fisik saja tapi juga secara mental.

Secara umum, berpidato dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: (1) Pidato dengan teks, dan (2) Pidato tanpa teks. Kedua cara berpidato tersebut pada dasarnya memiliki persyaratan yang sama, yakni pentingnya persiapan. Persiapan yang dimaksud berkaitan dengan penyusunan materi pidato. Pidato dengan teks atau naskah disebut juga pidato manuskrip. Juru pidato membacakan naskah pidato dari awal sampai akhir.
Pidato

Berpidato dengan teks identik dengan kegiatan membacakan pidato. Sedangkan pidato tanpa teks disebut juga pidato ekstempore. Pidato sudah disiapkan sebelumnya berupa garis besar (out-line) dan pokok-pokok penunjang pembahasannya, bukan berupa teks pidato utuh (manuskrip). Garis besar pidato hanya merupakan pedoman untuk mengatur gagasan yang ada dalam pikiran orang yang berpidato.

Agar kamu dapat berpidato tanpa teks dengan baik, sebaiknya sebelum berpidato terlebih dahulu membuat kerangka (garis besar) isi pidato. Secara umum, kerangka pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu:
a. pembukaan pidato,
b. isi pidato, dan
c. penutup pidato.

Contoh Kerangka Pidato Seminar Perekonomian Indonesia Pasca Reformasi

Pembukaan:
a. Salam pemuka
b. Sapaan (penghormatan)
c. Syukur
d. Ucapan terima kasih
e. Tujuan acara

Isi
a. Gambaran perekonomian Indonesia beberapa periode yang lalu
b. Peristiwa yang menyebabkan kita terpuruk
c. Dampak yang dimunculkan dari segi ekonomi
c. Harapan pada perekonomian Indonsia ke depan
d. Ucapan terima kasih
e. Permohonan maaf dan harapan membangun bersama perekonomian Indonesia

Penutup
a. Permohonan maaf atas sikap dan isi pidato
b. Permohonan doa restu
c. Salam penutup

Teknik Membaca Cepat


Membaca merupakan kegiatan berbahasa yang menyerap informasi yang disajikan secara tertulis. Sedangkan membaca cepat merupakan kegiatan yang bertujuan mendapatkan informasi secara garis besar yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Umumnya teknik membaca cepat digunakan untuk membaca informasi dalam surat kabar, artikel dan beberapa informasi-informasi praktis. Pada pelajaran kali ini kamu akan belajar membaca teks informasi dengan memanfaatkan teknik membaca cepat.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca cepat sebuah teks informasi.
  1. Jangan terlalu lama terpukau pada sebuah kata. Kamu harus mampu melihat dan menafsirkan beberapa kata sekaligus. Perluas daya jangkau pandanganmu. 
  2. Tingkatkan jumlah penguasaan kosakata. Jika banyak kosakata yang kamu kuasai, maka kamu tidak akan kesulitan memahami kosa kata kosa kata sulit dalam sebuah informasi. 
  3. Konsentrasi pada apa yang sedang kamu baca. Semakin tinggi konsentrasimu maka semakin tinggi pula kecepatan membaca yang kamu lakukan.
Kecepatan membaca teks dapat diukur atas dasar jumlah kosakata yang dapat dalam setiap menit. Berikut ini adalah rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kecepatan baca.
Membaca Cepat