Wednesday, December 28, 2016

Ini Rupanya Kendala Penangkapan Bahrun Naim

info-terkini.com
info-terkini.com

Ini Rupanya Kendala Penangkapan Bahrun Naim


Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, mengatakan Indonesia sedang menjalin kerja sama antarnegara melalui jaringan interpol dalam rangka menangkap Bahrun Naim, gembong teroris yang kini berada di Aleppo, Suriah.

Kendati demikian, Boy menyampaikan, hingga saat ini ia masih kesulitan menangkap Barun Naim lantaran Suriah yang menjadi tempat persembunyiannya itu, sedang menghadapi gejolak konflik dan membuat polisi setempat kurang maksimal untuk membantu penangkapan.
Bahrun Naim

"Maka tentu menjadi kendala yang besar bagi kita apalagi memohon perbantuan penangkapan, di tempat yang bergejolak seperti saat ini terjadi," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2016).

Sekadar diketahui, Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan merupakan mantan narapidana dengan kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Bahrun Naim ditangkap Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada November 2010.

Di tangan Bahrun Naim, Densus 88 menyita 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 99 milimeter sebagai barang bukti penangkapan tersebut. Namun dalam proses penyidikan kasus tersebut, polisi tidak menemukan adanya keterkaitan Bahrun Naim dengan tindak teror.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, 9 Juni 2011, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan. Seusai menjalani hukuman, ia bebas pada Juni 2012 karena melanggar Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak.(sb:okezone.com)

Sementara itu, menurut catatan Satuan Tugas Khusus Antiteror Polri, Bahrun Naim diduga telah menobatkan diri menjadi bagian dari ISIS pada 2014. Di tahun yang sama, ia pergi menuju Suriah.
info-terkini.com


EmoticonEmoticon