Tuesday, May 16, 2017

Heboh Ransomware WannaCry dan Ancaman Negara, Ini penjelasan BIN dan JK

Heboh Ransomware WannaCry dan Ancaman Negara, Ini penjelasan BIN dan JK


Dunia tengah dihebohkan dengan serangan ransomware WannaCry. 99 negara, termasuk Indonesia terkena dampak serangan malware ganas tersebut.

WannaCry (wcry) atau juga dikenal sebagai Wanna Decryptor adalah program ransomware spesifik yang mengunci semua data pada sistem komputer dan membiarkan korban hanya memiliki dua file: instruksi tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan program Wanna Decryptor itu sendiri.

Saat program itu dibuka, komputer akan memberitahukan kepada korban bahwa file mereka telah di-encrypt, dan memberikan mereka tenggat waktu untuk membayar, dengan memperingatkan bahwa file mereka akan dihapus.

Pelaku serangan menuntut pembayaran Bitcoin, memberikan petunjuk bagaimana cara membelinya, dan memberikan alamat Bitcoin untuk dikirim.

Di Indonesia, Ransomware WannaCry 'sukses' menginfeksi 60 komputer dari total 600 komputer yang ada di RS Kanker Dharmais Jakarta pada Sabtu, 13 Mei 2017. 

Meski sempat mengganggu, sistem pelayanan di rumah sakit tersebut tetap berlangsung.

"Ndak. Ndak ada operasi yang terbengkalai," kata Abdul di lobi RS Kanker Dharmais Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Abdul mengungkapkan pada Sabtu-Minggu jarang ada tindakan operasi kecuali kasus gawat darurat (emergency). Lalu, sebagian besar kasus kanker yang ditangani melakukan operasi dengan perencanaan atau penjadwalan.

"Dan penyakit kanker itu jarang kasus yang emergency," kata dia.

Pada Senin siang ini Abdul menuturkan pelayanan di RS Kanker Dharmais pun berjalan biasa. Tindakan operasi yang dilakukan hari ini juga berjalan lancar.

Hanya RS Dharmais

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara memastikan bahwa hanya ada satu rumah sakit yang terserang virus ini, yakni RS Dharmais.

"Tidak ada rumah sakit lain. Saya sudah telepon langsung ke Dirutnya (RS Harapan Kita), gak ada masalah (virus) itu," jelas Rudiantara di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017.

Rudi memastikan hal ini setelah sebelumnya beredar kabar bahwa selain RS Dharmais, RS Harapan Kita juga terserang virus ini.

Selain RS Dharmais, kata Rudi, kasus kecil di beberapa perusahaan Pulau Jawa dan Samsat. Namun, hanya beberapa PC yang terkena virus tersebut.

"Juga ada perusahaan yang terkena, tidak lebih dari 10 PC. Mungkin pakai PC-nya yang operating system-nya masih yang lama," tutur dia.

Menurut dia, perusahaan yang PC-nya terkena virus WannaCry ini disebabkan adanya karyawan yang lupa untuk mematikan jaringan internet di PC tersebut.

"Mungkin juga ada karyawan yang tidak dimatikan PC-nya, jaringan internetnya juga dibiarkan hidup. Kemarin libur pajang terus jadi kena (PC-nya)," tandas Rudi.

Rudiantara mengimbau masyarakat tidak perlu panik, karena WannaCry hanya menyerang komputer yang menjalankan Microsoft Windows versi 2010 ke bawah dan sebelumnya.

"Masyarakat tidak usah panik. Pemerintah sejak Sabtu kemarin sudah memonitor dan berkoordinasi dengan tim internasional untuk mengantisipasi hal ini (ransomware WannaCry)," kata Rudiantara.

Menurut pantauan tim Kemenkominfo, sejak 13-14 Mei 2017, negara yang terkena dampak paling besar dari ransomware WannaCry adalah Inggris. Untuk mengantisipasi serangan WannaCry, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) merilis tips pencegahan infeksi ransomware tersebut.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Putuskan koneksi jaringan internet dengan mencabut kabel LAN dan atau matikan koneksi WiFi.

2. Matikan Macros dan SMB Service, lalu aktifkan Firewall Block Port 139, 445, 3389.

3. Download Tools dan Security Patch secara manual dari komputer lain, simpan di USB flashdrive.

4. Install Tools dan Security Patch yang sudah diunduh ke komputer target (korban).

5. Jalankan full scan menggunakan antivirus dengan fitur Total Security yang update.

6. Lakukan backup data penting ke media penyimpanan lain yang aman dan bersih (tidak terinfeksi).

7. Apabila ada kesulitan dan membutuhkan bantuan dan langkah teknis 
detail, silakan hubungi nomor telepon 021 31925551, 021 31935556 (nomor 
ID-SIRTII).


Kata JK dan BIN

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Menkominfo Rudiantara sudah memberikan penjelasan. Karena itu, menurutnya, hal tersebut bisa diikuti.

"Saya dengar cabut dulu kabelnya, saya diajar tadi sama Rudi (Rudiantara). Cabut kabelnya, baru pasang back up-nya," kata JK di rumah dinasnya, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Selain itu, ia melanjutkan, saran yang perlu diikuti lainnya adalah memperbarui sistem operasi Windows lama, menjadi baru.

"Jadi semua yang pakai Windows model lama, bisa kena katanya," jelas Jusuf Kalla.


Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan menilai, virus Ransomware WannaCry sebagai ancaman baru dunia. Dalam beberapa hari ini, virus ganas itu sudah menyerang 99 negara, termasuk Indonesia.

"Serangan seperti ini merupakan bentuk ancaman baru berupa proxy war dan cyber war yang digunakan oleh berbagai pihak untuk melemahkan suatu negara," ujar Budi Gunawan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Budi menuturkan, beberapa hari yang lalu, terjadi serangan terhadap sistem informasi di sebuah rumah sakit Jakarta sehingga melumpuhkan pelayanannya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyerang sistem informasi instansi lainnya dan pengguna komputer secara umum.

"Serangan ini berawal dari bocornya tool NSA (National Security Agency) yaitu sebuah kode pemrograman (exploit) yang memanfaatkan kelemahan sistem Microsoft Windows. Exploit digunakan sebagai suatu metode untuk menyebarkan secara cepat software perusak yang bernama WannaCry ke seluruh dunia. Grup hacker yang menyebarkannya adalah shadow broker," jelas Budi.

Motif serangan, lanjut dia, berubah dari yang dulunya dilakukan negara dengan tingkat kerahasiaan operasi yang tinggi, menjadi serangan yang dilakukan kelompok dengan motif komersial dan merugikan masyarakat banyak.

"Jika dilihat dari exploit yang dibocorkan, kita juga harus waspada terhadap exploit lainnya yang digunakan oleh state atau non state hacker untuk melakukan penetrasi ke dalam sistem target yang memiliki kelemahan dan tidak sempat diantisipasi oleh pembuat sistem," ujar dia.

Serangan ini, kata Budi, menjadi peringatan bagi semua pihak terutama instansi publik strategis. Mereka diminta meningkatkan kemampuan sistem pengamanan informasi.

"Negara dan seluruh instansi terkait pengamanan informasi harus mulai mengubah paradigma sistem pengamanan informasi, dari pengamanan informasi konvensional seperti firewall dan Antivirus, menjadi sistem pengamanan terintegrasi yang memiliki kemampuan deteksi serangan secara dini (intelligence system) ke seluruh komponen sistem informasi yang digunakan," jelas dia.

Untuk menghadapi hal itu, koordinasi dan konsolidasi di antara instansi-instansi di bidang intelijen dan pengamanan informasi akan segera dilakukan. Hal ini untuk mempercepat proses mitigasi jika terjadi serangan secara masif.

"Sehingga jika terjadi serangan cyber Ransomware WannaCry pada suatu instansi, maka dengan adanya konsolidasi, koordinasi dan pertukaran cyber intelligence, instansi lain yang belum terkena serangan dapat segera menentukan mitigasi dan tindakan preventif sebelum terjadi serangan," Budi Gunawan menandaskan.
Read More

Friday, April 21, 2017

Ini Kata Pemuda Muhammadiyah soal Ahok Dituntut 2 Tahun Percobaan


Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman merasa kecewa dengan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. JPU menuntut Ahok 1 tahun penjara dengan 2 tahun percobaan.

"Masyarakat sangat peduli dengan tegaknya pengadilan. Kami kecewa, sangat kecewa dengan tuntutan yang dibacakan JPU," ujar Perdi di Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Karena itu, Pedri menduga, kemungkinan adanya intervensi akan kekuatan politik dalam dalam kasus Ahok.

"Jaksa sebagai pengacara negara enggak bisa bersikap independen, kami akan memikirkan tindakan kami berikutnya. Bisa saja kami akan menuntut ke presiden karena diduga keras berkaitan dengan kekuasan dan politik, saya kira itu poin penting," papar dia.

Ketua Tim JPU Ali Mukartono membacakan tuntutan terhadap Ahok, yakni 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

"Dengan ini kami meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yaitu 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun," ujar Ali di Gedung Kementerian Pertanian, Kamis.

Ali Mukartono menyebut Ahok terbukti bersalah dan terjerat pidana pasal alternatif 156 tentang penodaan agama.

Namun, Ahok tak dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Sebab, kata jaksa, apa yang diucapkan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51 tak memenuhi unsur niat menghina agama.

Usai persidangan, Jaksa penuntut umum (JPU) mengaku tidak ada tekanan politik dalam tuntutannya.

"Nggak ada," ujar Jaksa Ali Mukartono usai sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 20 April.

Ali juga membantah tuntutan tersebut terkait dengan kekalahan terdakwa Ahok dalam Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

"Enggak ada urusan. Saya urusannya perkara jalan," Jaksa Ali menandaskan.
Read More

Tuesday, April 4, 2017

Sunggguh Sangat Luar Biasa! Berikut ini Tanggapan Masyarakat Batak terhadap pasangan Anies-Sandi


Masyarakat Ikatan Batak Indonesia Raya (IBARA) mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno di Gelanggang Remaja, Jalan Ottto Iskandardinata Raya, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017).

Ketua DPP IBARA, David Pakpahan mengatakan, bahwa alasan pihaknya mendukung Anies-Sandi lantaran masyarakat Batak menjunjung tinggi rasa nasionalisme Indonesia. Menurut dia, telah terjadi tindakan diskriminatif yang membawa isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) guna memenangkan kontestasi putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

"Terkhusus Pilkada DKI, terjadi tindakan diskriminatif dengan isu SARA untuk memenangkan calon pejawat. Saya rasa toleransi harus dikawal, banyak yang memposisikan orang batak seolah-olah akan memilih incumbent harga mati," ucap David saat deklarasi di lokasi.

David menegaskan, bahwa IBARA memiliki visi dan misi kebangsaan yang sama dengan apa yang kerap disuarakan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sebab itu, pasangan yang diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai memiliki nasionalisme yang dicitakan bangsa Indonesia.

"Kami mendukung Anies-Sandi. Jakarta, tak boleh identik dengan isu sara yang dibentuk secara sengaja. Indonesia tidak boleh diotak-atik dan Ibara visi misinya sama dengan calon paslon tiga, " tegasnya.

(kha)
Read More

Beredar Spanduk 'Jakarta Bersyariah', Berikut Tanggapan Tegas dari Haji Lulung


Abraham "Lulung" Lunggana atau lebih populer dipanggil Haji Lulung menyesalkan bertebarannya spanduk kampanye hitam beruliskan ‘Program 100 Hari Kerja Gubernur DKI Wujudkan Jakarta Bersyariah’ yang menampilkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurut Lulung,  Anies-Sandi tidak akan membuat program 100 hari kerja seperti itu, karena harus mendapatkan persetujuan dari DPRD terlebih dahulu dan harus dituangkan ke dalam sebuah naskah akademik. Program yang tertulis di spanduk itu juga harus dengan mengundang perwakilan organisasi agama yang ada untuk rapat bersama.

Program seperti itu pun baru bisa diwujudkan jika Anies-Sandi sudah terpilih sebagai pasangan yang memimpin Ibu Kota. “Jadi kalau belum menjadi gubernur tidak bisa membuatnya,” ungkap Lulung.

Lulung berpesan ke masyarakat Jakarta untuk lebih cerdas dan tidak terjebak ajakan dan seruan kampanye hitam. “Ini merupakan kampanye hitam, kampanye hitam yang merugikan pihak Anies-Sandi,” serunya.

Sebelumnya, Ketua Tim Sukses Anies-Sandi, Mardani Ali Sera menegaskan bahwa spanduk yang beredar di berbagai tempat di Jakarta itu sebagai kampanye hitam.

“Ini langkah black campaign sistematis dan terstruktur serta masif,” geramnya.

Mardani menjelaskan, cara-cara tersebut jika dilakukan oleh salah satu pihak yang ikut dalam penyelenggaraan pemilu bisa kena pasal diskualifikasi.

(qlh)
Read More

Monday, April 3, 2017

Sosok Krisna di Mata Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara


Krisna Wahyu Nurachmad, siswa kelas 10 yang menjadi korban pembunuhan di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah pada Jumat 31 Maret 2017 lalu dikenal sebagai sosok menonjol.

Keberaniannya membuat Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Puguh Santoso memintanya memberi contoh teladan pada siswa lainnya.

Namun seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (2/4/2017), niat baik yang ditularkan kepada teman-teman sebayanya harus mengantarkan Krisna ke peristirahatan terakhir.

"Anak ini anak cerdas juga, anak ini menonjol, anak ini berani, anak ini baik. Sehingga dia menyampaikan itu dengan temannya enggak peduli, karena dia loyalitasnya supaya angkatan dia itu tidak mendapatkan penilaian jelek," kata Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Puguh Santoso.

Sementara setelah pemeriksaan selama 24 jam terhadap 16 saksi dan melakukan gelar perkara, polisi akhirnya menetapkan AMR (16) sebagai pelaku pembunuhan. Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti pisau, pakaian, selimut serta kacamata dari teman satu barak korban tersebut.

Sakit hati menjadi motif pelaku membunuh siswa SMA Taruna Nusantara tersebut. Pasalnya, korban menyita telepon genggam dan mengetahui pencurian uang yang dilakukan oleh pelaku.

Apa pendapat Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Puguh Santoso terhadap Krisna Wahyu Nurachmad? Saksikan selengkapnya berikut ini.


Read More

Sunday, April 2, 2017

Luar Biasa!! Debat Super Panas Timses Ahok dan Anies


Timses dari Ahok dan Anies ini terlibat diskusi super panas dalam sebuah acara. Pemicunya mengenai pembahasan isu sara di kampanye Pilkada DKI 2017.

Simak Videonya di bawah ini 

Read More

Luar Biasa! Sambangi MUI, Zakir Menjelaskan Pengalamannya di India



Ulama kondang asal India, Zakir Naik, sore ini mengunjungi kantor MUI. Zakir berbicara mengenai tuduhan-tuduhan dan cap untuk dirinya, termasuk di negeri asalnya.

Karena tuduhan itu, ceramah Zakir sampai dilarang di India. Sejumlah negara, di antaranya Bangladesh, Kanada, dan Inggris, juga dikabarkan ikut melarang karena tuduhan radikal.

Dalam kunjungannya di MUI, Zakir Naik menyinggung soal tuduhan yang dialamatkan kepadanya ini. Menurut Zakir, pemerintah suatu negara tidak bisa mencegahnya melakukan dakwah.

"Sebagai contoh pemerintah India, mereka tidak bisa mencegah Zakir Naik melakukan dakwah," kata Zakir di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakpus, Jumat (31/3/2017).

Zakir juga berbicara tentang tuduhan teroris yang dialamatkan kepadanya. Namun dia meyakini tuduhan-tuduhan itu tidak akan mengurangi keyakinan orang terhadap substansi dakwah yang dia sampaikan.

"Apa yang mereka lakukan adalah untuk menuduh Zakir melakukan teroris. Dia adalah pelaku pencucian uang, langkah seperti ini yang dilakukan pemerintah India untuk mencegah Zakir melakukan dakwah," ujarnya.

"Ada salah satu stasiun TV, pada satu stasiun TV terdapat 200 juta penonton, lalu yang dilakukan pemerintah, saya dituduh melakukan terorisme. Mereka membohongi publik apa yang saya lakukan adalah suatu kejahatan," tutur Zakir.

Dalam kunjungannya ke MUI, Zakir Naik disambut Muhyidin Junaidi, Ketua Bidang Luar Negeri MUI. 
Read More